BREBES – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Luwunggede berhasil menggelar kegiatan sunatan massal yang berlangsung lancar dan sukses, meski organisasi tersebut terbilang masih sangat muda. Kegiatan sosial ini bahkan berjalan di luar ekspektasi panitia, baik dari sisi jumlah peserta maupun dukungan masyarakat.
Ketua PRM Luwunggede, Sunarto, S.Kep, Ners menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang dilaksanakan di Panti Asuhan Putri Aisyiyah Luwunggede. Ia mengungkapkan bahwa kuota awal peserta sunatan massal hanya ditargetkan sebanyak 10 anak, namun antusiasme warga membuat jumlah peserta bertambah menjadi 13 anak, sementara sebagian lainnya terpaksa ditunda.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan semua di luar ekspektasi panitia. Rencana peserta sunat kuota 10, ternyata bertambah menjadi 13 dan masih banyak yang harus kami pending,” ujarnya, Ahad (1/2/2026).
Ia menjelaskan, peserta sunatan massal diprioritaskan dari wilayah sekitar Desa Luwunggede. Dari total peserta, sebanyak 10 anak berasal dari Desa Luwunggede, dua anak dari Desa Bulakelor, dan satu anak dari Desa Kendaga. Menurutnya, peserta dari Kendaga merupakan rekomendasi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) karena kondisi anak tersebut benar-benar yatim dan kurang mampu.
Sunarto menegaskan bahwa kegiatan ini terlaksana berkat kekompakan dan kesolidan seluruh unsur PRM dan PRA Luwunggede. Ia menyebut, meski baru dilantik pada 30 November lalu dan bermodal nol rupiah, pihaknya berani membuat gebrakan melalui kegiatan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Semua karena Allah. Ini hasil kekompakan dan kesolidan PRM dan PRA Luwunggede. Usia kami masih seumur jagung, tapi kami ingin menghadirkan event yang benar-benar berguna bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia menyampaikan bahwa kegiatan sunatan massal ini bermula dari ide Sunarto, yang juga bertindak sebagai operator khitan. Dalam perencanaannya, anggaran jasa operator yang semestinya menjadi hak pribadi justru diserahkan sepenuhnya untuk kas ranting. Hal tersebut menjadi salah satu bentuk pengorbanan dan keikhlasan demi kemajuan organisasi.
Dukungan donasi pun mengalir dari berbagai pihak. Tercatat sekitar 50 donatur personal turut berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Bahkan, dana yang terkumpul mencapai tiga kali lipat dari anggaran yang direncanakan dalam proposal awal.
“Alhamdulillah, dari keberanian dan pengorbanan itu, event sunatan massal ini benar-benar booming di luar ekspektasi,” ungkapnya.
Ke depan, PRM Luwunggede berencana menjadikan sunatan massal sebagai program rutin tahunan. Pihaknya juga memohon doa dan dukungan agar tetap istiqamah dan solid dalam menjalankan dakwah di wilayahnya.
“Mudah-mudahan tahun depan kami bisa mengadakan lagi dan menjadi agenda tahunan. Mohon doa dan support agar kami bisa terus kompak dalam berdakwah,” pungkasnya.




0 Comments