Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget


Khutbah Idul Fitri 1447 H : MENJAGA AMANAH BUMI PADA MOMENTUM IDUL FITRI (MUHASABAH EKOTEOLOGI)

 Khutbah Idul Fitri 1447 H

MENJAGA AMANAH BUMI PADA MOMENTUM IDUL FITRI

(MUHASABAH EKOTEOLOGI) 

Dr. Emmie Fatkhunnajah, ST., MBA

Wakil Ketua Bidang MPI PCM Bumiayu

Dosen Universitas Muhammadiyah Brebes

Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Al Qur’an dan Tafsir 

Universitas Muhammadiyah Surakarta



إِنَّ الحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِيْرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهَ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى  نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ حَقَّ قَدْرِهِ

أَمَّا بَعْدُ فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقِوْنَ


قال الله تعالى: اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

 وَقَالَ يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَق مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.

وَقَالَ أَيْضاً : يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُم ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا

Allahu akbar (2x) walillahilhamd.

Jamaah ‘id yang dirahmati Allah SWT

Alhamdulillah, ungkapan syukur yang mendalam selayaknya kita haturkan ke hadirat Allah SWT atas segala limpahan nikmat-Nya yang tak terhingga, baik berupa kesehatan fisik maupun keteguhan iman, Islam, dan ihsan sebagai bekal kebahagiaan hakiki. Atas izin-Nya pula, kita telah berhasil menuntaskan perjalanan spiritual di bulan suci Ramadhan hingga tiba di hari kemenangan Idul Fitri dengan hati yang penuh kegembiraan. Momen ini bukan sekadar perayaan rutin, melainkan wujud rasa syukur atas kesempatan dan kekuatan yang Allah berikan sehingga kita dapat merayakan hari yang fitri ini dalam dekapan rahmat-Nya.

Allah SWT berfirman di QS. Yunus ayat 58

ﵟقُلۡ بِفَضۡلِ ٱللَّهِ وَبِرَحۡمَتِهِۦ فَبِذَٰلِكَ فَلۡيَفۡرَحُواْ هُوَ خَيۡرٞ مِّمَّا يَجۡمَعُونَ 

Katakanlah: "Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan".

Allahu akbar (2x) walillahilhamd.

Jamaah ‘id yang dirahmati Allah SWT

Di tengah suasana penuh kegembiraan Idulfitri, terselip duka mendalam atas musibah banjir, tanah longsor, hingga tanah bergerak yang menimpa saudara-saudara kita. Bencana ini tidak hanya mengakibatkan kerugian materiil dan non-materiil, tetapi juga merenggut korban jiwa yang memicu keprihatinan kolektif. Meski secara lahiriah bencana dipandang sebagai peristiwa negatif yang menyengsarakan, perspektif keimanan mengajak kita untuk menyikapinya sebagai ujian, teguran, atau peringatan yang harus dihadapi dengan sikap sabar dan ridha terhadap ketetapan Allah SWT. Sebagai muslim yang beriman, kita meyakini bahwa segala sesuatu terjadi atas izin dan takdir-Nya, sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-Hadid ayat 22, bahwa setiap musibah membawa hikmah mendalam yang patut dijadikan pelajaran bagi kita semua. 


ﵟمَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٖ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا فِيٓ أَنفُسِكُمۡ إِلَّا فِي كِتَٰبٖ مِّن قَبۡلِ أَن نَّبۡرَأَهَآۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٞ 

Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

Kemudian QS. Al Taqabun ayat 11

ﵟمَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِۗ 

Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah,…

Allahu akbar (2x) walillahilhamd.

Jamaah ‘id yang dirahmati Allah SWT

Lebih jauh lagi, musibah ini harus menjadi momentum bagi kita untuk melakukan muhasabah kolektif mengenai hubungan antara manusia dan alam melalui hukum kausalitas atau sunnatullah. Hukum sebab akibat dari dua peristiwa, peristiwa yang satu menjadi sebab, dan peristiwa lainnya menjadi akibat. Kerusakan yang terjadi di darat maupun di laut, sebagaimana diperingatkan Allah SWT dalam QS Ar-Rum ayat 41, merupakan dampak nyata dari tangan-tangan manusia yang tidak bijak dalam memperlakukan alam semesta.

ﵟ ظَهَرَ ٱلۡفَسَادُ فِي ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ أَيۡدِي ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعۡضَ ٱلَّذِي عَمِلُواْ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ 

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. (melalui hal ini) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Para mufassir seperti At Thobari mengatakan bahwa kerusakan yang dimaksud mencakup kerusakan sosial, ekonomi dan lingkungan akibat perilaku manusia yang melampaui  batas. Kerusakan di darat maupun di laut diakibatkan oleh perbuatan orang-orang yang serakah, yang menuhankan hawa nafsu. Sementara mufasir kontemporer Wahbah Al Zuhaili dalam tafsir Al Munir menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan hubungan langsung antara tindakan manusia dengan kerusakan ekosistem. Artinya ekploitasi alam semesta tanpa tanggung jawab bertentangan dengan prinsip islam.

Krisis lingkungan global semakin kompleks akibat ekspansi pembangunan ekonomi yang berorientasi pada pertumbuhan tanpa batas. Di Indonesia, intensifikasi eksploitasi sumber daya alam, seperti pertambangan nikel, batubara, dan kelapa sawit, menimbulkan degradasi ekologis, hilangnya keanekaragaman hayati, dan ketimpangan sosial-ekonomi. Krisis lingkungan yang ditandai oleh deforestasi, polusi, dan kerusakan ekosistem semakin nyata di banyak bagian dunia, termasuk di Indonesia. Di Indonesia, misalnya, kehilangan hutan mencapai sekitar 1,45 juta hektar dalam lima tahun terakhir, yang membawa dampak ekologis, iklim, dan sosio-kultural. Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kehilangan hutan tertinggi di dunia. Deforestasi di Indonesia merupakan krisis lingkungan yang signifikan, dengan 35% wilayah nasional terdampak selama 67 tahun dengan rata-rata 985.200 ha/tahun.

Allahu akbar (2x) walillahilhamd.

Jamaah ‘id yang dimuliakan Allah

Puasa ramadhan mendidik manusia menjadi pribadi yang bertaqwa. Ketaqwaan tidak hanya terlihat dalam ibadah ritual saja, tetapi juga dalam sikap terhadap sesama manusia dan alam. Islam memandang alam sebagai ciptaan Allah yang memiliki nilai spiritual dan moral. Manusia tidak bebas memperlakukan alam secara sewenang-wenang. Islam menempatkan manusia sebagai khalifah yang memiliki amanah untuk menjaga keseimbangan bumi. kita diingatkan kembali akan amanah sebagai khalifah di dalam QS Al-Baqarah ayat 30 yang memikul tanggung jawab moral untuk mengelola, memakmurkan, serta menjaga keseimbangan bumi demi keberlangsungan generasi mendatang.

Allah SWT berfirman didalam QS. Ar Baqarah 30

ﵟوَإِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٞ فِي ٱلۡأَرۡضِ خَلِيفَةٗۖ 

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi".

Menurut tafsir Ibn Katsir, kata khalifah menunjukkan bahwa manusia diberi amanah untuk mengelola bumi dengan keadilan dan tanggung jawab. Pandangan ini juga dijelaskan oleh mufasir kontemporer Ibn Ashur dalam Tafsir Al Tahrir wa Tanwir, beliau menjelaskan bahwa kekhalifahan manusia mengandung tanggung jawab untuk memakmurkan bumi dan menjaga keberlanjutan kehidupan.

Allahu akbar (2x) walillahilhamd.

Jamaah ‘id yang dimuliakan Allah

Al Qur’an secara tegas melarang manusia membuat kerusakan di bumi, Allah SWT berfirman didalam QS. Al Araf ayat 56

ﵟوَلَا تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ بَعۡدَ إِصۡلَٰحِهَا وَٱدۡعُوهُ خَوۡفٗا وَطَمَعًاۚ إِنَّ رَحۡمَتَ ٱللَّهِ قَرِيبٞ مِّنَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ 

“Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah Allah memperbaikinya. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.”

Dalam tafsirnya, Al Thabari menjelaskan bahwa larangan merusak bumi mencakup segala bentuk tindakan yang merusak kehidupan dan keseimbangan alam. Penjelasan yang lebih luas disampaikan oleh Wahbah al-Zuhaili dalam Tafsir al-Munir. Ia menegaskan bahwa ayat ini melarang eksploitasi alam yang menimbulkan kerusakan ekologis, seperti perusakan tanah, pencemaran air, dan kerusakan ekosistem. Ayat ini menunjukkan bahwa menjaga alam merupakan kewajiban moral dalam islam.

Pengelolaan alam adalah bagian dari ibadah dan kesholehan sosial sehingga perusakan alam merupakan bentuk manifestasi kekafiran dan dosa ekologis. Ibn Ashur mengatakan di dalam Tafsir At Tahrir wa At Tanwir bahwa: 

وَالْإِفْسَادُ فِي كُلِّ جُزْءٍ مِنَ الْأَرْضِ هُوَ إِفْسَادٌ لِمَجْمُوعِ الْأَرْضِ

“Merusak sebagian bumi sama dengan marusak seluruh bumi”.

Allahu akbar (2x) walillahilhamd.

Jamaah ‘id yang dimuliakan Allah

Sebagai wujud nyata dari nilai ketaqwaan pasca-Ramadhan, amanah menjaga bumi harus diimplementasikan melalui langkah-langkah konkret dalam kehidupan sehari-hari.

Langkah-langkah kecil yang bisa kita lakukan adalah:

1. Budaya menanam pohon, kebalikannya jangan gunduli hutan atau mengganti jenis pohon keras dengan pertanian/perkebunan.

Budaya menanam pohon, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW dalam hadisnya, bukan sekadar aktivitas ekologis melainkan bernilai sedekah dan jariyah yang manfaatnya dirasakan melintasi generasi. 

Rasulullah ﷺ memberikan teladan dalam menjaga alam. Beliau bersabda:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلُ مِنْهُ طَيْرٌ أَوْ إِنْسَانٌ أَوْ بَهِيمَةٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ (رواه البخاري)

“Dari Anas bin Malik ra. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Tak seorang pun muslim yang menanam pohon atau menabur benih tanaman, lalu (setelah ia tumbuh) dimakan oleh burung, manusia, atau hewan lainnya, kecuali akan menjadi sedekah baginya” (HR. Al-Bukhari).

Hadist ini menunjukkan bahwa merawat alam bernilai ibadah. Hadits ini satu dari banyak hadits anjuran pentingnya mencintai dan merawat bumi yang kita tinggali dengan cara melakukan penanaman pohon atau tumbuh-tumbuhan, dimana Ibnu Baththal (Syarh Shahih al-Bukhari, vol. 6, 456) berkomentar, hadits ini juga anjuran memakmurkan bumi agar kita dan orang yang hidup setelah kita bisa hidup dengan tenteram. Al-‘Utsaimin menegaskan, bahwa menaman pohon-tumbuhan sangat penting karena mengandung maslahat, baik yang sifatnya duniawi maupun ukhrawi.

Dalam hadist lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda,

إن قَامَتِ السَّاعَةُ وَفِي يَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيلَةٌ فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ لَا تَقُومَ حَتَّى يَغْرِسَهَا فَلْيَغْرِسْهَا

“Jika terjadi hari kiamat sementara di tangan salah seorang dari kalian ada sebuah tunas, maka jika ia mampu sebelum terjadi hari kiamat untuk menanamnya, maka tanamlah.” (HR. Bukhari dan Ahmad)

Hadist ini menunjukkan bahwa menjaga kehidupan dan kelestarian alam adalah nilai penting dalam Islam. Pohon memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan alam, terutama dalam penyediaan oksigen, penyerapan karbon dioksida, serta dapat mencegah banjir, longsor, dan erosi tanah. Oleh karena itu, menanam pohon adalah bentuk tanggung jawab kita terhadap kelestarian bumi dan lingkungan sekitar serta upaya kita dalam menjaga keseimbangan ekosistem yang akan memberi manfaat tidak hanya kepada diri kita, tetapi juga kepada generasi mendatang.

2. Buang sampah pada tempatnya, dilarang membuang sampah di sungai maupun di saluran pembuangan air/got.

Hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

اتَّقُوا الْمَلَاعِنَ الثَّلَاثَةَ: الْبَرَازَ فِي الْمَوَارِدِ، وَقَارِعَةِ الطَّرِيقِ، وَالظِّلِّ

“Jauhilah tiga perkara yang mendatangkan laknat: buang hajat (kotoran) di sumber air, di jalan umum, dan di tempat teduh (yang digunakan orang).” HR. Abu Dawud (No. 26), Ibnu Majah (No. 328), Ahmad (No. 8809)

Dalam perspektif hukum Islam, membuang sampah sembarangan dapat dikategorikan sebagai tindakan haram karena mengandung unsur-unsur kerusakan, pengkhianatan amanah, dan gangguan terhadap orang lain. Para ulama sepakat bahwa setiap tindakan yang merusak dan membahayakan lingkungan serta kesehatan manusia harus dihindari.

3. Kurangi penggunaan plastik sekali pakai dan gunakan plastik yang bisa di daur ulang.

Riwayat populer yang menarasikan hal tersebut adalah Hadist Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,

لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ

“Janganlah melakukan sesuatu yang membahayakan diri sendiri ataupun orang lain” (HR. Ibnu Majah dan Daruquthni).

Sampah plastik yang tidak terurai dengan cepat mengakibatkan pencemaran lingkungan dan membahayakan keberlanjutan ekosistem. Sehingga mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan gunakan plastik yang bisa di daur ulang merupakan bagian dari ibadah.

Allahu akbar (2x) walillahilhamd.

Jamaah ‘id yang dimuliakan Allah

Setelah Ramadan, kita harus membawa nilai ketaqwaan dalam kehidupan nyata. Salah satu bentuk ketaqwaan adalah menjaga bumi sebagai amanah Allah. Idul Fitri mengajarkan kembali kepada fitrah. Fitrah manusia adalah menjaga keseimbangan hidup, termasuk keseimbangan alam. Maka menjaga amanah bumi dengan bijak terhadap alam adalah bagian dari iman. Menjaga air, tanah, hutan, dan udara merupakan bentuk tanggung jawab moral manusia sebagai khalifah.

Akhirnya, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H, mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah kita selama bulan Ramadhan dan senantiasa memberikan kesadaran baru menjaga bumi sebagai amanah agar hidup selaras dengan alam dan tunduk kepada Allah.

Marilah kita berdoa kepada Allah SWT agar diberi kekuatan untuk menjaga bumi sebagai amanah-Nya.

. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

  اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ ءَامَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِينَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيهَا مَعَاشُنَا

اَللّهُمَّ انْصُرِ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَالْفَاجِرَةَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اللَّهُمَّ اجْعَلْ بَلْدَتَنَا هَذِهِ (إِنْدُونِيْسِيَا) بَلْدَةً طَيِّبَةً وَرَبٌّ غَفُوْرٌ

 اَللَّهُمَّ افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَّا بِالْحَقِّ وَاَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يِوْمِ الدِّيْنِ.



Edisi, Jumat 20 Maret 2026/01 Syawwal 1447H


Post a Comment

0 Comments