Brebes – Kwartir Daerah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kabupaten Brebes sukses menyelenggarakan Pelatihan Pengelolaan Dewan Sugli se-Karesidenan Pekalongan Tahun 2026 (PPDS 2026) dengan mengusung tema "Standarisasi Tata Kelola Dewan Sugli". Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu-Ahad, 27–28 Juni 2026 bertempat di SMP Muhammadiyah Brebes, Kabupaten Brebes, dan diikuti oleh sekitar 50 peserta yang merupakan perwakilan Dewan Sugli Daerah se-Karesidenan Pekalongan.
Peserta kegiatan berasal dari Dewan Sugli Daerah Kabupaten Brebes, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Batang. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan, menyamakan persepsi tata kelola organisasi, serta membangun sinergi antardaerah dalam mengembangkan Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ramanda Slamet Muzakar selaku Ketua Kwartir Daerah Hizbul Wathan Kabupaten Brebes, Ramanda Drs. Muthohar selaku perwakilan Majelis Dikdasmen Bidang Kesiswaan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Brebes, serta Ramanda Bambang Widjanarko selaku Koordinator Wilayah Hizbul Wathan Pekalongan Raya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah, dan Mars Hizbul Wathan. Suasana semakin khidmat dengan pembacaan Undang-Undang Hizbul Wathan yang diikuti seluruh peserta, dilanjutkan pembacaan Sandi Adat Dewan Sugli Daerah Kabupaten Brebes oleh Rakanda Arkan Rafsanjani selaku Sekretaris DSD Kab.Brebes dan Simbol Adat oleh Ayunda Febi Ismelia Utami selaku Wakil Ketua DSD Kab.Brebes
Selanjutnya, peserta mengikuti sambutan dari Ayahanda Drs. Muthohar perwakilan Majelis Dikdasmen Bidang Kesiswaan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Brebes dan Ramanda Bambang Widjanarko selaku Koordinator Wilayah Hizbul Wathan Pekalongan Raya. Setelah sambutan, dilaksanakan penyematan tanda peserta secara simbolis oleh Ramanda Bambang Widjanarko selaku Koordinator Wilayah Hizbul Wathan Pekalongan Raya sebagai tanda dimulainya rangkaian pelatihan. Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Ramanda Slamet Muzakar melalui prosesi adat berupa penancapan golok sebagai simbol dimulainya Pelatihan Pengelolaan Dewan Sugli se-Karesidenan Pekalongan Tahun 2026. Rangkaian seremoni pembukaan ditutup dengan pembacaan doa.
Memasuki agenda inti, peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test, dinamika kelompok, dan kontrak pelatihan sebagai upaya membangun suasana belajar yang aktif dan partisipatif. Setelah pelaksanaan Ishoma, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi pertama Al-Islam dan Kemuhammadiyahan bertajuk "Peran Pandu Penghela untuk Umat" yang disampaikan oleh Ramanda Adam Arifin, M.Pd.
Materi kedua mengenai Fundamental Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan disampaikan oleh Ramanda Nur Wahid. Selanjutnya, peserta memperoleh materi Kepenghelaan dan Metode Kepanduan Tingkat Penghela yang dipaparkan oleh Ramanda Rizki Agung Susilo. Untuk memperkuat pemahaman praktik di lapangan, kegiatan dilanjutkan dengan Simulasi Upacara Penghela yang dipandu oleh Ramanda Rasli Sugeng Adiyaksa.
Pada sesi berikutnya, peserta mendapatkan materi mengenai SK Kwartir Pusat Nomor 14 tentang Pedoman Penyelenggaraan Dewan Sugli yang disampaikan oleh Ramanda Rasli Sugeng Adiyaksa. Setelah itu, peserta mengikuti Forum Group Discussion (FGD) yang membahas berbagai kendala yang dihadapi oleh masing-masing Kwartir Daerah, baik dari faktor internal maupun eksternal, sekaligus merumuskan alternatif solusi dalam pengelolaan Dewan Sugli.
Hari kedua diawali dengan simulasi upacara, senam dan bugar pagi, serta sarapan bersama. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi Manajemen Organisasi dan Kegiatan Dewan Sugli yang disampaikan oleh Rakanda Ivan Fadilla. Selanjutnya, peserta mengikuti materi Simulasi Musyawarah Pandu Penghela dan Penuntun yang dipandu oleh Ramanda Rasli Sugeng Adiyaksa bersama Rakanda Ivan Fadilla.
Sebagai implementasi hasil pembelajaran, peserta juga menyusun pilot project yang diharapkan dapat diterapkan di daerah masing-masing sebagai bentuk tindak lanjut pascapelatihan. Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup secara resmi oleh Ramanda Sugeng Adiyaksa melalui prosesi simbolis pencabutan golok sebagai tanda berakhirnya kegiatan.
Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan. Melalui PPDS 2026 ini diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antarkwartir daerah, Dewan Sugli Daerah, pembina, dan pelatih dalam mengembangkan Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan. Kegiatan ini juga diharapkan mampu melahirkan kader-kader muda yang berakhlak mulia, berjiwa kepemimpinan, peduli terhadap lingkungan, serta siap mengabdi untuk Persyarikatan, umat, bangsa, dan negara.



0 Comments