Brebes - Guna meningkatkan wawasan kader dalam memahami sejarah perjuangan Persyarikatan, Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Grinting, Bulakamba, Brebes menggelar kegiatan Napak Tilas Jejak Dakwah Muhammadiyah, Senin, 22 Juni 2023.
Rute napak tilas dimulai dari Masjid Gede Kauman yogyakarta sebagai titik awal, kemudian berlanjut ke beberapa lokasi bersejarah lain. Di antaranya sekolah wanita pertama yang didirikan Muhammadiyah di Brebes, Pendopo Dakwah yang dahulu menjadi pusat pengkaderan dan strategi syiar, serta Langgar Aisyiyah yang menjadi saksi peran aktif kaum perempuan dalam dakwah. Perjalanan ditutup di Langgar Duwur.
Ketua PRA Grinting, Ibu Nurhidayati, menuturkan bahwa kegiatan ini sangat penting bagi kader. "Kegiatan ini sangat positif guna menambah wawasan jejak perjuangan dakwah Muhammadiyah yang harus difahami oleh setiap kader-kader Muhammadiyah. Dengan melihat langsung tempatnya, kita jadi tahu bahwa dakwah ini dibangun dengan keringat, air mata, dan keikhlasan para pendahulu," jelasnya.
Di setiap lokasi, peserta mendapat penjelasan sejarah singkat. Di sekolah wanita pertama, diceritakan bagaimana Aisyiyah merintis pendidikan untuk kaum perempuan di tengah keterbatasan zaman. Di Pendopo Dakwah, peserta diajak membayangkan bagaimana para tokoh Muhammadiyah dulu merumuskan langkah dakwah. Sementara di Langgar Aisyiyah, tergambar jelas peran ibu-ibu dalam membina umat dari langgar ke langgar.
"Kita jadi melek sejarah. Ternyata ibu-ibu Aisyiyah dulu perannya luar biasa. Dari sekolah sampai langgar, semua jadi pusat pergerakan," ujar salah satu peserta dengan semangat.
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan ibu-ibu Aisyiyah Ranting Grinting. Selain napak tilas, agenda juga diisi dengan renungan sejarah dan doa bersama di Langgar Duwur sebagai penutup.
PRA Grinting berharap kegiatan semacam ini rutin digelar sebagai bagian dari penguatan ideologi dan kaderisasi. Dengan memahami akar sejarah, kader diharapkan lebih tangguh melanjutkan dakwah Muhammadiyah yang berkemajuan di tingkat ranting.
*Redaktur*: [Manshur Nurdin]



0 Comments