Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget


Muhammadiyah Songgom dan Jatibarang Sepakati Baitul Arqom Gabungan


 SONGGOM - Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Songgom dan PCM Jatibarang merencanakan pelaksanaan kegiatan Baitul Arqom secara digabung. Kesepakatan tersebut dihasilkan dalam kunjungan dan rapat koordinasi yang dilaksanakan pada Senin, 5 Januari 2026, bertempat di Masjid An-Nur, Jatibarang Lor.


Kunjungan PCM Songgom ke PCM Jatibarang ini bertujuan untuk membahas secara khusus persiapan teknis dan konseptual pelaksanaan Baitul Arqom gabungan. Rapat berlangsung pada pukul 16.00–18.00 WIB dan dihadiri oleh pleno PCM Jatibarang, PCM Songgom, serta perwakilan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Jatibarang.


Dalam rapat tersebut, kedua pimpinan cabang menyepakati bahwa kegiatan Baitul Arqom akan dilaksanakan pada Sabtu–Ahad, 31 Januari–1 Februari 2026. Adapun lokasi kegiatan ditetapkan di Kompleks Masjid Al Mujahidin Songgom, sebagai bentuk kebersamaan dan pemerataan aktivitas pengkaderan di lingkungan Muhammadiyah.


Ketua PCM Jatibarang, H. Surono, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penggabungan kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk menguatkan kaderisasi. Ia menyatakan secara langsung, “Baitul Arqom adalah ruh perkaderan Muhammadiyah. Dengan digabung, kami berharap semangat, ukhuwah, dan kualitas kader dapat semakin meningkat meskipun jumlah anggota di masing-masing cabang terbatas.”


Senada dengan hal tersebut, Ketua PCM Songgom, Masroni, menegaskan bahwa keputusan penggabungan didasari semangat efisiensi dan penguatan sinergi antarcabang. Menurutnya, kerja sama ini menjadi solusi yang tepat dalam kondisi jumlah anggota yang relatif sedikit. Ia menyampaikan, “Penggabungan Baitul Arqom ini bukan sekadar teknis, tetapi bentuk kesadaran bersama bahwa kaderisasi harus tetap berjalan secara optimal.”


Berdasarkan hasil musyawarah, jumlah peserta Baitul Arqom ditargetkan sebanyak 120 orang, yang terdiri atas unsur PCM Songgom, PCM Jatibarang, serta organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah dari kedua cabang. Jumlah tersebut dinilai proporsional untuk menjaga efektivitas pembinaan sekaligus memperluas jangkauan kader.


Selain menetapkan waktu, tempat, dan jumlah peserta, rapat koordinasi juga menyepakati pembentukan tim untuk menyusun anggaran kegiatan Baitul Arqom. Penyusunan anggaran dilakukan secara bersama-sama dengan prinsip transparansi dan tanggung jawab, agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan lancar dan sesuai dengan kemampuan masing-masing cabang.


Secara tidak langsung, musyawarah ini mencerminkan komitmen Muhammadiyah Songgom dan Jatibarang dalam menjaga kesinambungan perkaderan. Di tengah keterbatasan jumlah anggota, kedua cabang memilih untuk memperkuat kolaborasi daripada berjalan sendiri-sendiri.


Dengan disepakatinya Baitul Arqom gabungan ini, diharapkan akan lahir kader-kader Muhammadiyah yang memiliki pemahaman ideologi, militansi, dan semangat pengabdian yang kuat. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi contoh sinergi positif antarcabang dalam menggerakkan dakwah dan tajdid Muhammadiyah di tingkat akar rumput.

Post a Comment

0 Comments