Brebes — Persyarikatan Muhammadiyah Kabupaten Brebes menggelar acara pelepasan kepala sekolah dan madrasah Muhammadiyah yang telah memasuki masa purna tugas pada Selasa, 10 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di kawasan Pantai Randusanga ini menjadi penanda berakhirnya satu fase pengabdian panjang para pemimpin pendidikan Muhammadiyah sekaligus awal estafet kepemimpinan bagi generasi penerus.
Acara tersebut dihadiri Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Brebes, Joko Mulyanto, beserta jajaran pimpinan daerah, Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PDM Brebes, Lazismu Brebes, serta para kepala sekolah dan madrasah Muhammadiyah dari berbagai jenjang pendidikan se-Kabupaten Brebes. Kehadiran lintas unsur ini memperlihatkan kuatnya ikatan kelembagaan Muhammadiyah dalam menopang sektor pendidikan sebagai amal usaha strategis.
Pelepasan kepala sekolah dan madrasah purna tugas ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk penghormatan atas dedikasi, loyalitas, dan kerja sunyi yang telah dijalani selama bertahun-tahun. Para kepala sekolah dan madrasah tersebut telah menjadi garda depan dalam menjaga eksistensi, mutu, serta karakter pendidikan Muhammadiyah di Brebes, di tengah perubahan regulasi, keterbatasan sumber daya, dan tuntutan masyarakat yang terus berkembang.
Dalam perjalanan pengabdian mereka, sekolah dan madrasah Muhammadiyah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu, tetapi juga ruang pembentukan nilai keislaman, kepribadian, dan semangat kemuhammadiyahan. Peran kepala sekolah dan madrasah menjadi kunci dalam memastikan arah lembaga pendidikan tetap sejalan dengan cita-cita persyarikatan.
Pemilihan Pantai Randusanga sebagai lokasi acara memiliki makna simbolik. Laut yang terbentang luas mencerminkan perjalanan panjang pengabdian yang telah dilalui—penuh dinamika, tantangan, dan keteguhan arah. Suasana alam terbuka turut menghadirkan kesan reflektif, seolah mengajak seluruh peserta menengok kembali jejak perjuangan yang telah ditempuh bersama.
Rangkaian kegiatan diisi dengan penyerahan tanda penghormatan, doa bersama, serta sesi kebersamaan antar pimpinan dan pengelola pendidikan Muhammadiyah. Momen ini berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kehangatan. Ekspresi haru terlihat jelas, mencerminkan ikatan emosional yang terbangun selama bertahun-tahun dalam satu barisan perjuangan pendidikan.
Kehadiran Majelis Dikdasmen PDM Brebes dan Lazismu Brebes dalam kegiatan ini mempertegas sinergi antar-majelis Muhammadiyah dalam menguatkan pendidikan sebagai bagian dari dakwah berkemajuan. Pendidikan tidak dipandang sebagai kerja individual, melainkan gerakan kolektif yang membutuhkan kesinambungan peran dan dukungan berbagai pihak.
Melalui acara pelepasan ini, PDM Brebes menegaskan komitmennya untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan sekolah dan madrasah Muhammadiyah. Nilai keteladanan, keikhlasan, serta semangat pengabdian para kepala sekolah dan madrasah purna tugas diharapkan menjadi pijakan kuat bagi generasi penerus dalam melanjutkan perjuangan pendidikan Muhammadiyah di Brebes.
Acara ini sekaligus menjadi pengingat bahwa purna tugas bukan akhir dari pengabdian, melainkan tonggak sejarah yang menandai kontribusi nyata para pahlawan pendidikan Muhammadiyah dalam mencerdaskan umat dan bangsa.



0 Comments